Aplikasi Peduli Lindungi - Aplikasi untuk Melacak Covid-19

Aplikasi Peduli Lindungi - Aplikasi untuk Melacak Covid-19


Aplikasi ini di inisiasi untuk melacak penyebaran Covid-19. Aplikasi PeduliLindungi kini sudah bisa diunduh melalui situs pedulilindungi.id atau bisa langung download di Google Play Store. Saying nya aplikasi inibelum tersedia di layana App Store/ pengguna IOS. 

PeduliLindungi adalah aplikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, dihadirkan sebagai salah satu upaya untuk meredam wabah virus corona di Indonesia.

“Aplikasi Peduli Lindungi mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data
Iokasinya saat berpergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita COVID-1 9 dapat
diIakukan, demikian penjelasan di kolom Tentang Aplikasi.”

Aplikasi tersebut hanya memiliki Size sekitar 6,69MB. Terakhir tanggal 1 april 2020,aplikasi ini telah diunduh kuranglebih 100 ribu kali oleh pengguna layanan Play Store

Setelah mengunduh aplikasi Peduli Lindungi, Anda akan diarahkan untuk menjadi partisipan. kemudian, Anda harus mengisi nama Iengkap dan mendaftarkan nomor ponsel yang Anda gunakan. Setelah itu, akan mendapatkan kode OTP melalui SMS.

Kemudian, PeduliLindungi akan meminta persetujuan Anda untuk mengambil data nomor ponsel agar dapat segera menghubungi Anda jika ditemukan adanya riwayat kontak dengan seseorang yang terinfeksi virus corona.

Terakhir, Peduli Lindungi meminta izin untuk mengakses bluetooth, dan pengaturan akun telah selesai, Anda telah berpartisipasi dalam mengentikan penyebaran virus corona.

Google Nest Mini, Asisten Rumah Elektronik

Google Nest Mini, Asisten Rumah Elektronik



Google pada bulan lalu tepatnya pada Februari 2020 telah merilis speker pintarnya di Indonesia  yaitu Google Nest Mini. Mungkin ini terasa asing untuk masyarakat Indonesia, karena speaker pintar ini adalah yang pertama yang dirilis google di indonesia.

Google Nest Mini merupakan speaker pintar pertama Google yang dirilis resmi di Indonesia dengan dukungan bahasa local, atau Bahasa Indonesia. User Google Nest Mini dapat memberikan perintah dan mendengar jawabannya dengan menggunakan bahasa Indonesia. Untuk mengembangkan perintah, Google memanfaatkan machine learning yang akan diperbarui terus-menerus seiring berjalannya waktu.

Dengan machine learning ini, ke depannya Google Nest Mini akan mendukung bahasa non-formal Indonesia, jadi perintah yang disampaikan akan menjadi lebih mudah, dengan pemilihan kata yang diperbarui seiring perkembangan tren saat ini. Google Asisten memang dirancang agar terasa seolah berbicara dengan sesesorang dan bahkan sebagai teman. Perilisan Google Nest Mini ini adalah perilisan yang pertama di Asia Tenggara, yang mendukung bahasa lokal dengan suara perempuan maupun laki-laki.

Memiliki kualitas audio yang lebih baik, Google menjalin kerjasama dengan platform penyedia layanan musik dan platform streaming antaralain YouTube, Spotify, Netflix. User dapat mengontrol volume speaker pintar ini lewat perintah suara, maupun di bagian bodi Nest Mini yang akan menyala otomatis  ketika tangan mendekati perangkat.

Dari kemampuan yang dimiliki Google Nest Mini diatas, ini spesifikasi nya
Prosesor:
CPU ARM Quad-core 64-bit 1,4 GHz
Dimensi dan berat:
- Diameter 98 mm
- Tinggi 42 mm
- Kabel power 1,5 meter
- Bobot 181 gram
Daya & Port:
Adaptor daya 15 W dengan colokan listrik DC
Konektivitas:
- WiFi 802.11b/g/n/ac (2.4 GHz/5 GHz) Wi-Fi
- Bluetooth 5.0
- Dilengkapi Chromecast bawaan
Speaker:
- Dilengkapi Google Assistant
- Speaker berdiameter 40 mm menghasilkan suara 360 derajat (surrounded)
Mikrofon:
- 3 mikrofon dengan jangkauan jauh
- Teknologi Voice Match
Sensor:
- Kontrol sentuh kapasitif
- Sensor ultrasonik
Warna & Bahan:
Warna Chalk (putih) dan Charcoal (hitam)
Bahan lapisan kain tahan lama yang terbuat dari 100 persen botol plastik daur ulang. Kemudian, penutup eksternal yang terbuat dengan setidaknya 35 persen plastik daur ulang pasca-konsumen.


VIVO Esport Cup 2020, Kompetisi Esport VIVO Indonesia

VIVO Esport Cup 2020, Kompetisi Esport VIVO Indonesia



Beberapa hari lalu ViVO resmi meluncurkan smartphone barunya yairu VIVO V19. Dalam acara peluncuran Vivo V19 di Jakarta Selasa (10/3/2020), Pihak VIVO Indonesia memperkenalkan ajang kompetisi game atau biasa kita sebut E-Sport yang akan digelarnya di Indonesia, yaitu VIVO Esports Cup 2020. Kompetisi ini di sekaligus mempromosikan smartphone VIVO V19 yang memiliki fitur Ultra Game Mode untuk mendukung keasyikan bermain dengan memblokir notifikasi ketika pengguna sedang sibuk di dalam game.

Dalam acara peluncuran VIVO V19, gamer sekaligus konten kreator Miawaug memberikan apresiasinya kepada Vivo indonesia yang sudah mendukung perkembangan dunia esports di tanah air dengan adanya VIVO Eaport Cup 2020 di Indoneaia.

"Ini menarik sekali dan saya gak sabar untuk menunggu kompetisi ini, semoga di tahun 2020 dan seterusnya Vivo tetap bisa mewarnai dunia game di Indonesia," ujar Miawaug.

Untuk kualifikasi VIVO Esports Cup 2020 akan diselenggarakan secara online di beberapa regional di Indonesia antara lain Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, NTB, Papua dan Maluku.

Untuk game yang dipertandingkan pada kompetisi VIVO Esport Cup 2020 ini adalah dua game mobile yang sangat populer saat ini, yaitu PUBG Mobile dan Mobile Legends Bang Bang.

Kuota yang disediakan oleh pihak penyelenggara terbatas, untuk Kuota peserta PUBG Mobile 40 tim untuk setiap regional dan Mobile Legends Bang Bang berjumlah 32 tim di setiap regional.

Babak Grand final, Vivo Esports 2020 diselenggarakan secara offline di Jakarta dengan hadiah total senilai Rp 200 juta. Jadi buruan daftarkan tim kalian agar dapat merasakan total hadiah Rp 200 juta.

Kalian bisa mendaftarkan tim anda di website www.vivoesportscup.com mulai tanggal 10-25 Maret 2020. Untuk tanggal pelaksanaan VIVO Esport Cup 2020 masih belum di tentukan oleh pihak VIVO Indonesia, jadi tunggu dan ikuti update terbarunya agar tahu kapan kompetisi ini mulai digelar di tahun 2020 ini.


 Hp China Susah Rilis, Samsung Gebut Perilisan 8 Smartphone di Awal Tahun 2020

Hp China Susah Rilis, Samsung Gebut Perilisan 8 Smartphone di Awal Tahun 2020



Virus corona yang melanda di China membuat penjualan Smartphone asal China yaitu Oppo, Realme, Xiaomi menurun. Dan sempat dikabarkan bahwa Realme X50 5G akan diperkenalkan di MWC 2020 di Barcelona Batal di perkenalkan. Ini dampak dari wabah virus corona di china.
Dari fenomena tersebut apakah Samsung memanfaatkan fenomena itu untuk untuk penjjualan Smartphone nya? Saya kutip dari akun Instagram GadgetIn belum genap 2 bulan di 2020 ini Samsung telah merilis 8 buah Smartphone terbarunya.  Ini sebuah gebrakan besar dari pihak Samsung dimana ini merupakan perilisan besbesar-besaran di dunia. 




Diawal tahun ini samsung sudah sangat menggila dengan merilis 8 Smartphone terbarunya, antara lain Samsung Galaxy A51, A71, S20, S20+, S20 Ultra, Z Flip, Note 10 Lite, dan juga S10 Lite. Bisa kita lihat belum apa-apa Samsung di awla tahun sudah meluncurkan semua smartphone itu. Apakah ini disebab kan adanya peluang yang di sebabkan wabah virus Corona?

Baca Juga:



Virus Corona Menyebar Melalui Smartphone Xiaomi ? HOAKS !!!

Virus Corona Menyebar Melalui Smartphone Xiaomi ? HOAKS !!!


Akhir-akhir ini sejak Desember 2019 di beritakan telah menyebar Virus mematika yaitu Virus Corona. Virus Corona mudah menyebar membuat banyak Netizen khawatir dengan apa yang akan terjadi. Dan unik nya mereka mengaitkan penyebaran virus ini melalui smartphone kususnya smartphone asal Tiongkok, di mana virus itu berasal. Karena terlalu khawatirnya, Smartphone asal Tiongkok jadi perbincangan ramai di media sosial. Salah satunya yaitu produk Smartphone Xiaomi yang diperbincangkan di Facebook, Twiter, hingga Instagram.



Jelas saja ungkapan-ungkapan ini tampak seperti guyonan semata. Tapi karena pesan yang beredar di Whatsapp dengan pernyataan yang sama dan bahasa yang sangat meyakinkan. Dan apakah virus corona dapat menyebar dengan cara-cara tersebut?

Tentunya kabar tersebut tidak benar. Virus corona memerlukan inang atau makluk hidup. Tetapi lain dengan hal nya, missal penderita memegang hp dan terkena cairan dari tubuh penderita (airliur, darah, keringat dan lainya) apabila kita memegang benda tersebut tanpa cuci tangan terlebih dahuli kemungkinan kita akan tertular virus tersebut.


Sebagai informasi untuk  kalian, penyebaran hoaks diatur dalam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Jika melanggar dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu:
 
"Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar."

Maka dari itu jangan lah menyebarkan berita hoaks. Tetaplah tenang dan cari informasi terlebih dahulu apabila mendapatkan informasi yang tidak jelas dan tidak tepat. Terimakasih